Minggu, 17 November 2013

Universitas Sebelas Maret


Universitas Sebelas Maret Surakarta, biasa disingkat sebagai UNS, atau Universitas Sebelas Maret adalah salah satu universitas negeri di Indonesia yang berada di Kota Surakarta. Universitas yang giat membangun ini, menyediakan berbagai paket pendidikan diploma, sarjana, pascasarjana, dan doktoral.


Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S.
Dalam usianya yang lebih dari tiga dasawarsa UNS-Solo telah berkembang menjadi salah satu universitas yang terpandang di Indonesia. Berbagai fasilitas dan infrastruktur tersedia relatif lengkap dan cukup memadai. Pengembangan program studi, peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta unit-unit penunjang serta lembaga juga telah memberikan hasil yang signifikan bagi kemajuan kelembagaan.

Keberhasilan yang lebih utama dari outcome dari semua itu telah tampak dari semakin meningkatnya kualitas lulusan yang ditandai dengan semakin meningkatnya rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Angka Efisiensi Edukasi (AEE), dan lulusan berpredikat cumlaude serta semakin memendeknya masa studi. Karena itulah, alumni UNS telah banyak terserap di dunia kerja dan tersebar ke seluruh Indonesia serta mulai banyak menempati posisi penting di masyarakat. Di bidang riset, prestasi yang diraih dalam ajang hibah kompetisi juga semakin meningkat. Jalinan kerja sama UNS dengan berbagi lembaga baik di dalam maupun di luar negeri juga semakin meningkat dan memberikan hasil yang signifikan.

Kebijakan pokok yang dijalankan adalah menerapkan dengan sungguh-sungguh Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Tinggi, yaitu: penjaminan kualitas, otonomi, akuntabilitas, akreditasi, dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan. Agar pengembangan dan keberhasilan UNS dapat dicapai secara merata, maka sebagai landasan arah pengembangan dan kebijakan tersebut UNS menerapkan corporate management secara sungguh-sungguh di setiap unit  kerja. Dengan demikian akan terjalin kerja sama secara sinergis dan terpadu antar unit (cohensiveness), bersama-sama meningkatkan kemandirian (otonomi), serta terjaminnya akuntabilitas dan quality assurance di semua bidang.

Untuk menyelenggarakan program pendidikan yang berkualitas, UNS didukung oleh 1.551 dosen, dimana 305 dosen (19,7%) berpendidikan S-3, 43 dosen (2,8%) berpendidikan spesialis, 1.121 (72,3%) berpendidikan S-2, 20 dosen (1.3%) berpendidikan dokter, dan 62 dosen (4,0%) berpendidikan S-1. UNS juga didukung oleh 1.032 tenaga administrasi yang cukup profesional. Keseluruhan sumber daya manusia tersebut menjadi aset yang berharga untuk menggerakkan roda organisasi menuju terwujudnya visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan.

Sampai saat ini UNS telah memiliki sembilan fakultas dan satu program pascasarjana, yang menawarkan 131 program studi, yaitu: 24 prodi pada program diploma, 56 prodi pada program S-1, 30 prodi pada program S-2, 9 prodi pada program S-3, dan 12 prodi program pendidikan dokter spesialis. Semuanya ditunjang dengan fasilitas yang memadai: laboratorium yang bersertifikasi, laboratorium bahasa dengan fasilitas Self Access Centre, dan perpustakaan yang dikelola secara computerise dan berbasis  teknologi informasi modern seperti teleconference maupun web base learning. Sampai dengan Semester Agustus – Januari Tahun Akademik 2012/2013, jumlah mahasiswa terdaftar adalah 35.562 orang, dengan total alumni UNS telah mencapai 131.315 alumni yang tersebar ke seluruh Indonesia dan mulai banyak menempati posisi penting di masyarakat.

UNS selain terus berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran, sebagai implementasi dharma yang kedua dan ketiga Tridharma Perguruan Tinggi, UNS juga terus berusaha meningkatkan kualitas produk penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Upaya peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat terus dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Dalam melaksanakan tugasnya LPPM didukung 20 Pusat Studi dan 3 Unit Kerja yang menjadi bawahannya.


UNS merupakan universitas muda dengan potensi yang luar biasa. Selain terletak di kota Solo yang strategis, UNS mempunyai kawasan kampus yang indah, fakultas-fakultas yang berkompetensi tinggi, kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang semakin dirasakan manfaatnya oleh stakeholder-nya, perpustakaan yang lengkap dan modern, prasarana dan laboratorium yang canggih di kawasan Jawa Tengah, perkembangan teknologi informasi yang cukup mencengangkan, alumni dengan posisi pekerjaan yang baik di seluruh pelosok negeri serta sumber daya manusia yang sudah diakui baik di tingkat regional ataupun nasional dengan prestasi yang mengesankan di bidangnya masing-masing.

Potensi-potensi tersebut tidak ada artinya jika tidak dilandasi dengan visi, misi dan tujuan akademik yang kuat. Untuk itu,  kami berusaha sekuat tenaga untuk selalu berkomitmen dalam mewujudkan UNS sebagai salah satu pusat pemikiran, pengkajian, dan pengembangan ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan kebudayaan Indonesia dalam rangka memperkaya khasanah kehidupan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada segenap elemen civitas academika untuk terus berkompetisi di bidangnya masing-masing, misalnya kami mendorong mahasiswa untuk selalu aktif, kritis dan kreatif dalam setiap kegiatan baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, memacu para dosen dan peneliti untuk selalu dapat menciptakan penemuan-penemuan baru dan mengembangkan inovasi-inovasi yang berguna bagi masyarakat, serta memberikan support unit-unit kerja di lingkungan UNS untuk selalu dapat meningkatkan mutu layanan.

Ke depan, kami berharap dapat memposisikan universitas ini sebagai learning and research university. Ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi kami dalam abad XXI ini. Kritik dan saran kami harapkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan universitas kami.


Rektor UNS


Visi
Menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya nasional.

Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang menuntut pengembangan diri dosen dan mendorong kemandirian mahasiswa dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang mengarah pada penemuan baru di bidang ilmu, teknologi, dan seni.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berorientasi pada upaya pemberdayaan masyarakat.
Tujuan
  1. Terciptanya lingkungan yang mendorong warga kampus mengembangkan kemampuan diri secara optimal.
  2. Dihasilkannya lulusan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani, rohani, dan sosial.
  3. Terciptanya wahana pengembangan IPTEK yang berdaya guna dan berhasil guna
  4. Terwujudnya diseminasi hasil pendidikan dan pengajaran serta penelitian kepada masyarakat sehingga terjadi transformasi berkelanjutan untuk kehidupan yang lebih sejahtera.
  5. Terbangunnya pengembangan nilai-nilai luhur budaya nasional sebagai salah satu landasan berpikir, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan
  6. Terwujudnya pranata kehidupan yang beradab menuju terciptanya masyarakat yang tertib dan damai
  7. Terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur
  8. Terwujudnya Universitas Sebelas Maret sebagai universitas bereputasi internasional (internationally reputable university)
Budaya Kerja

Achievement Orientation = Orientasi berprestasi
Bekerja dengan baik dan melampaui standar prestasi yang ditetapkan dan terus menerus meraih keunggulan

Customer Satisfaction = Kepuasan pengguna jasa
Melayani dan memenuhi kebutuhan pengguna jasa secara memuaskan

Teamwork = Kerjasama
Mampu bekerja sama dalam institusi

Integrity = Integritas
Terbuka, jujur, adil dan disiplin. Satunya kata dengan perbuatan

Visionary = Visioner
Mampu menetapkan sasaran jangka panjang dan mudah menerima perubahan dalam institusi

Entrepreneurship = Kewirausahaan
Mengolah sumber daya agar memiliki nilai tambah dan keunggulan dari peluang yang ada


Universitas Sebelas Maret atau yang biasa dikenal UNS merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di kota Solo, The Spirit of Java. Terletak di sisi timur kota Solo, UNS memiliki kampus dengan suasana kondusif, teduh, rimbun pepohonan, asri, dan nyaman untuk mendukung kesuksesan pembelajaran para mahasiswanya. Dengan kondisi itu, tak sedikit pihak yang lantas mengenal UNS sebagai green campus.

Tak hanya itu, perkuliahan di UNS pun didukung dengan dosen-dosen yang berkompeten, terampil, dan memiliki banyak pengalaman di bidangnya. Saat ini UNS memiliki mahasiswa sebanyak 35.562 mahasiswa yang dibimbing dengan jumlah tenaga pengajar 1.634 dosen. Dari 1.634 dosen itu terbagi dalam beberapa kualifikasi, meliputi: 1.108 bergelar master, 316 doktor, dan 95 guru besar.

Selama kurun waktu 37 tahun UNS berdiri telah menghasilkan lulusan sebanyak lebih dari 130.000 alumni yang kini banyak menempati pos-pos vital di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta.

Kegiatan pembelajaran di kampus juga dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan yang memiliki koleksi hampir 400.000 eksemplar. Secara lebih detil, koleksi perpustakaan UNS memiliki: 283.694 eksemplar buku ilmiah, 30.350 koleksi majalah dan koran serta 10.823 jurnal. Jumlah itu masih ditambah dengan ribuan koleksi dalam bentuk digital.

Selama menempuh di UNS tersedia pula berbagai jenis beasiswa baik dari instansi swasta maupun pemerintah. Pada tahun 2012, UNS menyalurkan beasiswa sebanyak lebih dari Rp 22,8 miliar bagi 3.778 mahasiswa. Pada tahun yang sama, UNS menerima mahasiswa peraih beasiswa bidik misi sebanyak 1.020 mahasiswa.

Selintas UNS ditutup dengan capaian UNS meraih bintang dua versi The Higher Education Suplement-Quacquarelli Symonds (THES-QS) Stars pada tahun 2011 dan 2012. Capaian itu semakin mengokohkan UNS menuju universitas bereputasi internasional.


“Kebeningan matahari pagi tanggal 11 Maret 1976, hari Kamis Kliwon, menambah cerah dan semaraknya sepanjang jalan tengah alun-alun utara Solo hingga sampai di Siti Hinggil. Hiasan warna-warni dari kain dan janur, permadani merah bersih yang tergelar mulai dari Pegelaran sampai di Siti Hinggil dan terpugarnya wajah bangunan Siti Hinggil sendiri, menjadikan tempat upacara.” (Abu Alim Masykuri, 1977)

Sebelas Maret jam 10.00 pagi, dengan dibacanya Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pembukaan “Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret”, maka Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berdiri sebagai Perguruan Tinggi Negeri di Solo. Pemandangan yang meriah meramaikan peresmian universitas negeri yang telah ditunggu kelahirannya sejak lama itu. Cikal bakal UNS sendiri dapat dirunut jejaknya dari 1950-an.

Pada masa itu, Solo telah memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah universitas negeri sendiri, mengingat kota lain telah memiliki universitas yang umurnya bahkan telah mencapai puluhan tahun. Namun, akibat perang, penyatuan pemerintahan, kekeruhan arus politik, ekonomi rakyat rusak, dan lain-lainnya, universitas negeri di Solo belum dapat diwujudkan.

Pada 1953, setelah semua kekacauan berakhir, timbul keinginan mewujudkan universitas itu kembali. Hal ini mengingat Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa asli, serta terdapat potensi yang besar di lapangan perguruan, baik tenaga pengajar dan siswanya. Panitia pendirian universitas pun dibentuk, dengan ketua Mohammad Saleh, Wali Kota Solo saat itu. Hanya saja, usaha ini gagal sebelum sempat dimulai.

UNS di tahun 1978.
Penyebabnya adalah tidak adanya sumber keuangan baik dari pemerintah daerah dan pusat, timbulnya keinginan sementara golongan untuk mendirikan universitas swasta secara sendiri-sendiri, dan kurang mendapat simpati beberapa orang dari Universitas Gajah Mada. Adanya hambatan dan pembangunan yang sedang dilakukan di Kota Solo membuat gagasan pendirian itu pun lenyap. Hal itu ditambah pula dengan kegaduhan politik antarpartai yang berebut kekuasaan di pemerintahan.

Sepuluh tahun kemudian, pada 1963, mendadak muncul Universitas Kota Praja Surakarta (UPKS). Universitas ini diinisiasi oleh pemerintah daerah kala itu, yang dipimpin oleh Utomo Ramelan. Di masa ini pula, Partai Komunis tengah tumbuh dengan baik. Berbagai lini kehidupan juga terpengaruh keadaan itu. Begitu pula dengan UPKS, ilmu tentang sosialisme berkembang di dunia pendidikan universitas. Umur universitas ini juga tidak lama. Saat peristiwa G 30 S pecah di Indonesia, universitas ini pun akhirnya terkubur karena semua hal yang berbau sosialisme/komunisme kemudian dilarang.

Gagasan pendirian universitas muncul lagi pada 11 Januari 1968, saat R. Kusnandar menjadi Wali Kota Kepala Daerah Kota Madya Surakarta. Ia pun membentuk panitia pendirian universitas. Hanya, seperti panitia yang terbentuk sebelumnya, panitia ini pun gagal. Latar belakang kegagalan ini juga masih sama dengan sebelumnya, yaitu pemerintah pusat waktu itu tidak dapat membiayai pendirian universitas negeri di Solo serta keuangan daerah Solo ketika itu juga tidak mampu untuk membiayainya.

Di saat yang hampir bersamaan, pada 1966, Universitas Nasional Saraswati pun mengajukan dirinya untuk menjadi universitas negeri. Hal itu diperbolehkan oleh menteri. Kemudian, beserta universitas swasta dan kedinasan lainnya, sekumpulan universitas ini menjadi satu universitas baru bernama Universitas Gabungan Surakarta (UGS). Pada 1 Juni 1975, delapan universitas yang tergabung dalam UGS resmi didirikan. Kedelapan universitas itu adalah: STO Negeri Surakarta, PTPN Veteran Surakarta, AAN Saraswati, Universitas Cokroaminoto, Universitas Nasional Saraswati, Universitas Islam Indonesia cabang Surakarta, Universitas 17 Agustus 1945 cabang Surakarta, dan Institut Jurnalistik Indonesia Surakarta.

Pada penghujung Desember 1975, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meninjau UGS dan memastikan bahwa pada 11 Maret 1976, UGS akan di-”negeri-kan.”

Selanjutnya, UGS akan digabung dengan perguruan tinggi negeri dan swasta lain untuk membentuk universitas negeri di Solo. Perguruan tinggi tersebut adalah: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri, Sekolah Tinggi Olahraga, Akademi Administrasi Niaga Negeri yang sudah diintegrasikan ke Akademi Administrasi Niaga Negeri di Yogyakarta, Universitas Gabungan Surakarta, Fakultas Kedokteran P. T. P. N. Veteran cabang Surakarta. Universitas tersebut terdiri atas 9 fakultas, yaitu: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan, Fakultas Sastera Budaya, Fakultas Sosial Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian serta Fakultas Teknik.

Dengan tuntasnya persiapan, akhirnya Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret resmi berdiri pada 11 Maret 1976.


Lambang UNS di Gerbang Depan Kampus UNS.
Anatomi lambang UNS berbentuk bunga dengan 4 daun bunga sebagai visualisasi bangsa, yang berarti pendidikan putra-putri bangsa yang kelak akan mengharumkan nama bangsa & negara, Tiga daun bunga; atas, samping kanan & samping kiri merupakan pengejawantahan tridharma perguruan tinggi, Satu daun bunga di bawah terdiri atas 5 satuan melambangkan sila-sila Pancasila, garis pembentuk 4 daun bunga dibuat secara berantai sedemikian rupa menggambarkan kesatuan civitas akademika UNS.

Bentuk kepala putik bunga digambarkan sebagai Wiku yang berasal dari bahasa Pali, yang kurang lebih bermakna orang yang berilmu tulisan melingkar yang mirip aksara Jawa merupakan Candra Sangkala (hitungan tahun Jawa) Mangesthi Luhur Ambangun Nagara melambangkan tahun Jawa 1908 atau tahun Masehi 1976, tahun berdirinya UNS.

 
Wiku UNS muncul sebagai Icon Social Network UNS

Secara keseluruhan lambang UNS memvisualisasikan cita-cita luhurnya untuk membangun bangsa, Candra Sangkala itu seolah Praba yang bersinar, Praba dalam sejarah agama & pewayangan dipakai oleh orang suci, bijaksana dan berbudi luhur. Pusat lambang itu adalah otak Wiku (orang yang berilmu) yang digambarkan sebagai nyala api, mengisyaratkan sinar keabadian ilmu pengetahuan yang menerangi menuju penyejahteraan manusia. Warna biru laut merupakan ikrar kesetiaan dan kebaktian terhadap bangsa, negara, tanah air dan ilmu pengetahuan.