Minggu, 04 Januari 2015

Momen-momen "Pertama Kali" di Tahun 2014

Selamat tinggal, tahun 2014! Senang telah menjadi bagian darimu selama setahun. Momen-momen yang telah kulakukan bersamamu tak akan pernah kulupakan. Kini, kuucapkan selamat datang kepada tahun 2015! Semoga kehadiranmu membuatku banyak "makan garam", seperti yang telah diberikan oleh tahun 2014.

Di tahun 2014, banyak sekali pengalaman-pengalaman yang baru pertama kali kudapatkan. Kejadian-kejadian berharga itu akan kuingat selalu. Kuharap dapat mengulang saat-saat bahagia tersebut, tapi aku tak ingin bertemu lagi dengan kejadian yang dapat membuatku sedih, biarkanlah tetap menjadi pelajaran dalam ingatanku.

Akan kuceritakan juga momen-momen tersebut kepada para pembaca, agar dapat kalian rasakan kebahagiaan dan kesedihan yang sama denganku. Inilah momen-momen tersebut. ☺
  
  1. Pertama Kali Tinggal di Solo


    Begitu anaknya diterima menjadi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), orang tua saya memutuskan untuk membeli rumah di sekitar Solo sebagai tempat tinggal kami, karena mereka juga merencanakan untuk mengubah rumah tinggal kami sebelumnya menjadi rumah penginapan.

    Dibangunlah sebuah rumah di lokasi perumahan yang baru didirikan dengan bertetanggakan sawah yang terletak tidak jauh dari salah satu kota satelit Surakarta, yaitu Palur. Karena pembangunannya memakan waktu beberapa bulan, sedangkan saya harus segera berkuliah, maka saya terpaksa menjadi anak kos untuk sementara terlebih dahulu. 😛
      
  2. Pertama Kali Tampil Main Musik di Depan Banyak Orang


    Bulan Januari 2014, belum genap satu semester saya mengikuti unit kegiatan mahasiswa marching band (MB) di UNS. Usai menerima pendidikan dasar (diksar) selama sekitar empat bulan, para anak diksar diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil dari materi yang telah didapatkannya.

    Dalam acara yang diberi nama "Unjuk Aksi Anak Diksar" ini, penonton yang datang kebanyakan merupakan purnabakti dari MB UNS. Bermain xilofon, saya menjadi satu-satunya player laki-laki di section instrumen pit angkatan saya. 😔
      
  3. Pertama Kali Ikut Job


    Dalam mencari pengalaman, tak jarang MB UNS menjadi bintang tamu dalam suatu acara untuk berpartisipasi memeriahkannya. Job pertama yang saya ikuti diadakan oleh salah satu penyedia layanan telekomunikasi.

    Agak canggung rasanya menjadi yang paling muda di situ, karena semua pemain lainnya merupakan kakak tingkat yang belum terlalu akrab dengan saya. Untungnya, beberapa teman saya yang seangkatan menjadi official para pemain yang mendukung kelancaran jalannya acara tersebut. 😊
      
  4. Pertama Kali Tampil di Depan Umum


    Untuk memperingati ulang tahun MB UNS ke-26 dan dies natalis UNS ke-38, diadakanlah sebuah seremoni berupa konser musik di pinggir jalan. Pentas yang dinamai "Marching On The Street" (MOTS) ini diadakan di pusat Car Free Day Solo, yaitu di depan Taman Sriwedari.

    Kami sebagai para pemain instrumen pit diharuskan untuk tampil ekspresif dan tersenyum karena kami bermain sambil berhadapan langsung dengan penonton. Akan tetapi, karena saya orang yang ramah, tapi tidak gampang tersenyum, jadinya malah terlihat kaku. 😶
      
  5. Pertama Kali Tampil bersama Mahasiswa dari Banyak Kampus


    Sejak tahun 2008, secara rutin Keluarga Besar Marching Band Yogyakarta (KBMBY) mengadakan "Jogja Marching Day" (JMD), yaitu acara yang dapat menyatukan kegiatan dan pikiran pemain marching band se-Yogyakarta setiap tahunnya. Dalam acara ini, akan banyak sekali pemain marching band dari UII, UGM, UNY, UMY, UAJY, UPN Yogyakarta, dan ISI Yogyakarta.

    Mereka juga mengundang unit-unit marching band dari luar Yogyakarta, misalnya dari UNS dan Unsoed. Di sini, kami mendapatkan materi dasar tentang cara bermain alat musik marching band berdasarkan section-nya dan menerima materi lagu yang dimainkan pada hari kedua bersama ratusan orang lainnya. 😄
      
  6. Pertama Kali "Masuk" Televisi


    Salah satu job yang kemudian saya ikuti adalah acara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2014. Acara yang dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pemuda dan Olahraga pada saat itu serta Gubernur Jawa Tengah ini berlangsung di Stadion Sriwedari Surakarta. Pemilihan tempat ini mengandung unsur legendaris dan historis karena merupakan stadion tertua di Indonesia dan tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama.

    Acara ini juga diliput oleh stasiun televisi (TV) lokal di Surakarta, yaitu TATV, dalam acara berita "TA Gasik". Saya pun sempat terekam dalam cuplikan berita tersebut. Walaupun saya tidak ditonton langsung oleh tamu penting karena penampilan kami merupakan prapembukaan acara, namun saya tetap senang karena dapat "masuk" TV. 😆
      
  7. Pertama Kali Ikut Kejuaraan Marching Band


    Untuk menjaga eksistensinya secara nasional, biasanya unit-unit MB juga mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh Yayasan Grand Prix Marching Band (YGPMB) maupun penyelenggara lainnya. Bahkan, tak jarang juga mengikuti lomba di luar negeri. Saya pun sebagai bagian dari MB UNS juga mengikuti kejuaraan, yakni "Bandung Marching Band Championship (BMBC)".

    Kompetisi yang diadakan tahun 2014 silam itu adalah yang kelima kalinya. Karena diadakan di Bandung, saat itu juga merupakan pertama kalinya saya ke kota kembang. Senang rasanya menjadi bagian dari tim yang meraih beberapa penghargaan. Ditambah lagi dengan dukungan dan kehadiran orang tua saya yang menyaksikan acara perlombaan tersebut. 😄
      
  8. Pertama Kali Kehilangan Sepatu
       

    Jika semua momen di atas tadi membahagiakan saya, di penghujung tahun, saya malah mendapatkan nasib yang kurang beruntung. Saya kehilangan sepasang sepatu saya beserta sepasang kaos kaki di dalamnya saat melaksanakan salat magrib di masjid kampus saya.

    Gerimis di kala senja itu, membuat saya ingin berteduh di masjid sambil menunggu waktu salat magrib tiba. Saya meletakkan sepatu saya di rak di depan masjid. Azan pun berkumandang dan saya memasuki masjid.

    Lepas menunaikan salat, saya keluar masjid dan melihat ke rak sepatu. Tempat di mana saya meletakkan sepatu saya sudah ditempati dengan sepatu milik orang lain. Pencarian yang saya lakukan di sekitar situ dengan bantuan senter dari telepon genggam (HP) saya karena hari semakin gelap, tak membuahkan hasil.

    Karena awalnya saya berprasangka baik, saya mengira ada orang yang tak sengaja memakai sepatu saya, tetapi menyadari bahwa dia salah mengambil sepatu, kemudian meletakkannya di area sepatu di samping masjid. Saya berkeliling di sekitar sana, tapi sepatu saya tak menunjukkan ujung talinya.

    Akhirnya saya kembali lagi ke depan masjid dan melihat sekelompok mahasiswa sedang menerangi rak sepatu dengan senter dari HP-nya, sama seperti yang saya lakukan. Ternyata salah satu dari mereka juga kehilangan sepasang sepatu yang tanpa diduga bermerek sama dengan sepatu saya.

    Mengetahui bahwa merek sepatu saya saat itu memang sedang diincar untuk dicuri, alih-alih membeli sandal "darurat" atau meminjam alas kaki, saya pun pulang ke rumah bertelanjang kaki. 😞

Itulah beberapa momen pada tahun lalu yang baru pertama kali terjadi dalam hidup saya, semoga dapat menghibur dan menginspirasi Anda. 😋