Sabtu, 18 Juni 2016

Hadiah Giveaway CD Ari Reda - Menyanyikan Puisi

Akhir bulan lalu, saya iseng mencari-cari giveaway di blog Indonesia dan akhirnya menemukan posting-an "Hari Ke-2 Makassar International Writers Festival (+Giveaway)" di blog A Life. Giveaway ini berhadiah CD Ari Reda - Menyanyikan Puisi. Cek gambar-gambar berikut ini untuk kelanjutan ceritanya. ๐Ÿ˜Š
Setelah melakukan syarat-syarat tersebut, saya pun menjawab pertanyaannya melalui kolom komentar. Sebelum menjawab pertanyaannya, saya menjelajah blog A Life terlebih dahulu untuk mencari jawaban yang tepat.
Kemudian, hari yang ditunggu pun tiba, pemenang diumumkan.




Setelah mengundi pengirim jawaban yang benar, beruntungnya nama saya keluar sebagai pemenang. Saya pun mengirimkan data-data yang dibutuhkan untuk proses pengiriman hadiah melalui surat elektronik.

Akhirnya, hadiahnya tiba dengan selamat di rumah saya.

Sekilas tentang Ari Reda, duet yang telah ada sejak 32 tahun lalu ini beranggotakan Ari Malibu dan Reda Gaudiamo. Mereka bukan musisi biasa, karena sebagian besar penampilannya merupakan hasil dari musikalisasi puisi. Album mereka yang berjudul "Menyanyikan Puisi" ini berisikan sembilan buah puisi lagu, yaitu
  1. Di Restoran,
  2. Gadis Peminta-minta,
  3. Dingin Tak Tercatat,
  4. Kupu-kupu,
  5. Lanskap,
  6. Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi,
  7. Bunga-bunga di Halaman,
  8. Engkau Menunggu Kemarau, dan
  9. Tuhan Kita Begitu Dekat.
Lagu-lagu tersebut adalah hasil dari musikalisasi puisi-puisi karya Abdul Hadi WM, Goenawan Mohamad, Mozasa, Sapardi Djoko Damono, serta Toto Sudarto Bachtiar yang dikomposisi dengan memesona oleh M. Umar Muslim dan Ags. Arya Dipayana (alm.).

Berikut ini adalah salah satu lirik lagunya yang diambil dari puisi berjudul "Gadis Peminta-minta" yang ditulis oleh Toto Sudarto Bachtiar tahun 1950 dan dimusikalisasi oleh Ags. Arya Dipayana.

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlap
Gembira dari kemayaan riang.

Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas diatas air kotor, tapi yang begitu kauhafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk dapat membagi dukaku.

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu tak ada yang punya
Dan kotaku, oh kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda.

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Biondy Alfian dan Demajors Independent Music Industry yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mendengarkan petikan gitar dan lantunan puisi yang indah dari Ari Reda. ๐Ÿ˜