Rabu, 15 Mei 2013

Hati-Hati Pilih Program Studi

Jika Sudah Diverifikasi Prodi Tidak Bisa Diubah Lagi


MALANG KOTA - Peserta SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) harus hati-hati dalam menentukan pilihan prodi (program studi). Karena jika sudah diverifikasi prodi yang dipilih tidak bisa diganti lagi.

"Datanya sudah dikunci sistem. Jadi, tidak bisa diubah lagi," tandas Arrijal Nagara Yanottama, anggota bagian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) panitia lokal (panlok) Malang kemarin (14/5).

Menurut dia, peserta masih bisa mengubah data peserta dan pilihan prodi ketika peserta hanya mendaftar. Artinya, peserta belum menyetujui untuk melakukan finalisasi. "Di laman pendaftaran ada "saya setuju". Kalau ini sudah dicentang, berarti sudah disimpan sistem. Kecuali peserta dari lulusan tahun ini," terang pria asal Pasuruan itu. Namun, lanjutnya, peserta bisa melakukan pergantian prodi dengan cara membeli PIN (personal identification number) dan KAP (kode akses pendaftaran). Artinya, peserta harus membayar ke perbankan lagi untuk bisa mendapatkan ini. "Peserta bisa pilih mana yang digunakan untuk tes nanti," tandasnya.

Dia juga mengatakan, kemarin layanan SMS Panlok tidak bisa digunakan. Karena mengalami gangguan teknis sehingga panlok menggunakan call center dan fasilitas help desk. "Kami bisa pastikan besok (hari ini) sudah bisa digunakan lagi layanan ini," ujar kabag TIK UM itu.

Tak hanya itu, lanjutnya, peserta juga harus jeli memahami proses pendaftaran SBMPTN tahun ini. Karena masih banyak yang belum bisa memahami. "Ada juga yang bayar di BRI. Padahal, sudah jelas di Mandiri daftarnya," kata Rijal-sapaan akrab-Arrijal Nagara Yanottama.

Sementara itu, hari kedua dari dimulainya pendaftaran SBMPTN masih ada 218 peserta. Sedang, jumlah calon peserta yang mengadu ke Panlok Malang di Universitas Negeri Malang (UM) kemarin hanya ada tiga peserta. "Masih cari informasi saja, biar tidak salah daftarnya nanti," kata Rizka Irmania Devanti, salah satu calon peserta SBMPTN.

Terpisah, Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, ketua Panlok Malang menegaskan, saat pelaksanaan tes SBMPTN pada 18-19 mendatang Panlok akan lebih berhati-hati. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya perjokian seperti yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Malang Senin (13/5) lalu. "Semua pengawas ruangan kami minta untuk lebih peka dengan tingkah laku peserta," tandas guru besar FIP UM itu. Sedang pendaftaran SBMPTN dimulai pada 13 Mei (hari ini) hingga 7 Juni mendatang. Sementara untuk pelaksanaan tesnya pada 18-19 Juni dan akan diumumkan pada 12 Juli mendatang. (im/lia)


Jawa Pos, Radar MalangThe Youth, Rabu 15 Mei 2013, halaman 30, Pendidikan, Lifestyle & Society.